Main Article Content

Abstract

Petani hortikultura di Desa Sumber Sari, Kabupaten Kepahiang, masih bergantung pada pestisida sintetis untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Penggunaan pestisida sintetis secara terus menerus dapat menyebabkan resistensi organisme pengganggu tanaman, mencemari lingkungan, serta menimbulkan gangguan kesehatan bagi petani maupun konsumen. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam mengenali gejala penyakit tanaman serta keterampilan petani dalam memproduksi dan mengaplikasikan biopestisida secara mandiri dengan menggunakan agens hayati Trichoderma sp. dan Streptomyces sp.. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan teknis, praktik lapangan, serta pendampingan dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kapasitas teknis petani secara signifikan mengenai pengendalian hayati, dengan seluruh peserta (100%) menyatakan ketertarikan untuk menerapkan teknologi ini. Sebanyak 80% peserta memahami proses pembuatan biopestisida, dan 60% mampu mengaplikasikannya di lahan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif yang menggabungkan teori dan praktik lapangan efektif dalam membangun kesadaran serta kemandirian petani menuju pertanian berkelanjutan. Perlu penguatan kelembagaan lokal dan pelatihan lanjutan serta fasilitasi akses terhadap bahan dan informasi guna memperluas adopsi teknologi pengendalian hayati di tingkat petani.

Keywords

Biopestisida, Trichoderma sp, Streptomyces sp, Bawang Merah Biopestisida Trichoderma sp Streptomyces sp Bawang Merah

Article Details

How to Cite
Hikmah, H. H. A., Sutrawati, M., Bustamam, H., Ginting, S., Khaila, A. P., & Susmiati, A. F. (2025). Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu pada Tanaman Bawang Merah di Desa Sumber Sari Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Dharma Raflesia : Jurnal Ilmiah Pengembangan Dan Penerapan IPTEKS, 23(2), 173–184. https://doi.org/10.33369/dr.v23i2.44046

References

  1. Alawiyah F M & Cahyono E D. (2018). Persepsi Petani Terhadap Introduksi Inovasi Agens Hayati Melalui Kombinasi Media Demplot dan FFD. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 2(1), 19–28. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2018.002.01.3
  2. Amilia, E., Joy, B., Sunardi, dan, & Raya Bandung-Sumedang Km, J. (2016). Residu Pestisida pada Tanaman Hortikultura (Studi Kasus di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat). Jurnal Agrikultura, 27(1), 23–29.
  3. BPS. (2025). Provinsi Bengkulu dalam Angka 2025. BPS Provinsi Bengkulu.
  4. Bustamam, H., Hartal, H., Wahyuni, H., & Gusmara, H. (2022). The Effectiveness of the Organic Fertilizer Formula of the PGPR and Biocontrol Agents Consortium on the Growth of Leeks and Reduction of Soft Rot Disease. KnE Life Sciences. https://doi.org/10.18502/kls.v7i3.11120
  5. Cahyaningrum, F., Kurniawan, B. P. Y., & Muksin, M. (2022). Business Development Strategy of Biological Agent Service Post (PPAH) “Petani Banyuwangi” in Banyuwangi Regency. Jurnal Ilmiah Inovasi, 22(2), 169–175. https://doi.org/10.25047/jii.v22i2.3341
  6. Constantine, K., Makale, F., Mugambi, I., Rware, H., Chacha, D., Lowry, A., Rwomushana, I., & Williams, F. (2023). Smallholder farmers’ knowledge, attitudes and practices towards biological control of papaya mealybug in Kenya. CABI Agriculture and Bioscience, 4(1). https://doi.org/10.1186/s43170-023-00161-7
  7. Hadiwiyono, Fitriana F, Poromarto S H, & Cahyani VR. (2023). Kompatibilitas dan Efektivitas Azospirillum dan Streptomyces untuk. Jurnal Agrikultura, 2023(3), 495–508.
  8. Hasna, M. K. (2021). Study on Efficacy of Trichoderma in Biological Control Against Purple Blotch of Onion. Bangladesh J. Nuclear Agric, 35, 135–143.
  9. Le, K. D., Yu, N. H., Park, A. R., Park, D. J., Kim, C. J., & Kim, J. C. (2022). Streptomyces sp. AN090126 as a Biocontrol Agent against Bacterial and Fungal Plant Diseases. Microorganisms, 10(4). https://doi.org/10.3390/microorganisms10040791
  10. Marianah, L., Nawangsih, A. A., Munif, A., Giyanto, & Tondok, E. T. (2024). Variation in symptoms and morphology of Fusarium spp. on shallot associated with basal plate rot disease in Brebes District, Central Java Province, Indonesia. Biodiversitas, 25(5), 2198–2208. https://doi.org/10.13057/biodiv/d250538
  11. Mirani, I., Sukadi, S., & Prayoga, A. (2025). Factors Influencing Farmers’ Interest in Using Trichoderma sp. for Chili Cultivation in Giritirto Village, Gunung Kidul. Integrated Science Education Journal, 6(2), 72–84. https://doi.org/10.37251/isej.v6i2.1721
  12. Moka, S., Singh, N., & Buttar, D. S. (2021). Identification of potential native chitinase-producing Trichoderma spp. and its efficacy against damping-off in onion. European Journal of Plant Pathology, 161(2), 289–300. https://doi.org/10.1007/s10658-021-02321-9
  13. Nanta, W. R., Wiyono, S., & Kusumah, Y. M. (2025). Policy Priorities for Disseminating Biopesticide in Chili Farmers. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 30(3), 568–574. https://doi.org/10.18343/jipi.30.3.568
  14. Ramdani, D., Taofik, A., Agroteknologi, J., Sains, F., & Teknologi, D. (2025). Identifikasi Hama dan Penyakit Tanaman Bawang Merah Batu Karet (Allium Ascalonicum) dan Tindakan Pengendaliannya di Bukit Berkah Organik, Arjasari, Jawa Barat. Gunung Djati Conference Series, 48.
  15. Rogers, E. M. . (1995). Diffusion of innovations. Free Press.
  16. Suryani Jamin, F., Mustofa Kamal Restu Auliani, D., Rusli, M., Adhi Pramono, S., & Penelitian, A. (2024). Penggunaan Pestisida dalam Pertanian: Resiko Kesehatan dan Alternatif Ramah Lingkungan Pesticide Use in Agriculture: Health Risks and Environmentally Friendly Alternatives. Jurna Jurnal Kolaboratif Sains, 7(11), 4151–4159. https://doi.org/10.56338/jks.v7i11.6342
  17. Tahyudin, Hartono, R., & Anwarudin, O. (2020). Perilaku Petani dalam Mereduksi Penggunaan Pestisida Kimia pada Budi daya Bawang Merah. In Jurnal Kommunity Online (Vol. 1, Issue 1). http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/jko
  18. Triwidodo, H., & Tanjung, M. H. (2020). Hama Penyakit Utama Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum) dan Tindakan Pengendalian di Brebes, Jawa Tengah. Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi, 13(2), 149–154. https://doi.org/10.21107/agrovigor.v13i2.7131
  19. Wiyono, S., Russianzi, W., Mursyidi, H. H., & Khamidi, T. (2023). Physiological Characteristics and Effectiveness of some Trichoderma Isolates Against Fusarium Basal Rot of Shallot. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1133(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/1133/1/012034
  20. Wiyono, S., Widodo, W., Khamidi, T., & Sobir, S. (2022). Combination of Biocontrol Agents to Control Shallot Disease in The Field. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 18(6), 248–254. https://doi.org/10.14692/jfi.18.6.248-254