Isi Artikel Utama
Abstrak
Kegiatan penyuluhan dan pelatihan pemupukan Kopi Robusta di Kabupaten Kepahiang terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani secara signifikan, dengan rata-rata pemahaman yang semula hanya 32% meningkat menjadi 85% setelah kegiatan, khususnya dalam aspek penerapan prinsip pemupukan 4T, perbedaan pupuk organik dan anorganik, teknik pemberian pupuk, serta pembuatan kompos. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi yang dikombinasikan dengan praktik lapangan efektif dalam membentuk kesadaran dan perubahan perilaku petani menuju pengelolaan usahatani kopi yang lebih berkelanjutan. Untuk memperkuat dampak kegiatan ini, diperlukan dukungan kebijakan yang mendorong replikasi program ke sentra kopi lainnya melalui peran aktif pemerintah daerah dalam penyuluhan dan subsidi pupuk berimbang, integrasi hasil pendampingan ke dalam program Dinas Pertanian, serta kolaborasi perguruan tinggi dan lembaga penelitian dalam mengembangkan inovasi teknologi budidaya yang aplikatif. Selain itu, kelompok tani didorong untuk mengelola pembuatan kompos secara kolektif sehingga mampu menekan biaya produksi dan menjaga kesuburan tanah, sementara kebijakan pembangunan perkebunan sebaiknya memasukkan indikator keberlanjutan, seperti efisiensi pemupukan dan pemanfaatan limbah organik, guna meningkatkan produktivitas dan mutu kopi robusta sekaligus memperkuat daya saing kopi Bengkulu di tingkat nasional maupun global.
Kata Kunci
Rincian Artikel
Hak Cipta (c) 2025 Dr.Gita Mulya Sari, Priyono Prawito, Rahmat Sudarma

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish in this journal agree with the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
- This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
- Atnafu, O., Kedir, M., Teshale, E., & Nugusie, M. (2021). Effect of organic and inorganic fertilizers on agronomic growth and soil properties of coffee (Coffea arabica L.) at Jimma, Southwestern Ethiopia. International Journal of Current Research and Academic Review, 9(1), 86–94. https://doi.org/10.20546/ijcrar.2021.901.008
- Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepahiang. (2018). Kabupaten Kepahiang dalam Angka 2018. BPS Kabupaten Kepahiang.
- Craparo, A. C. W., Van Asten, P. J. A., Läderach, P., Jassogne, L. T. P., & Grab, S. W. (2015). Coffea arabica yields decline in Tanzania due to climate change: Global implications. Agricultural and Forest Meteorology, 207, 1–10. https://doi.org/10.1016/j.agrformet.2015.03.005
- Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong. (2021). Statistik pertanian dan perikanan Kabupaten Rejang Lebong 2021. Rejang Lebong: Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong.
- Direktorat Jenderal Perkebunan. (2023). Statistik perkebunan Indonesia 2022–2024: Kopi. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
- Dzung, N. A., Dzung, T. T., & Khanh, V. T. P. (2012). Evaluation of coffee husk compost for improving soil fertility and sustainable coffee production in rural Central Highland of Vietnam. Resources and Environment, 2(4), 197–202. https://doi.org/10.5923/j.re.20120204.12
- Erdiansyah, Murni, A. M., Irawati, A., & Suryani. (2019). Rehabilitasi kopi berbasis konservasi lahan terintegrasi dengan ternak. Aura.
- Erdiansyah, Jaya, R., & Adriyani, F. Y. (2024). Pedoman budidaya kopi robusta spesifik Lampung (Edisi khusus bagi petani ICARE). Badan Standardisasi Instrumen Pertanian, Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Lampung.
- Feder, G., Murgai, R., & Quizon, J. B. (2004). Sending farmers back to school: The impact of farmer field schools in Indonesia. Review of Agricultural Economics, 26(1), 45–62. https://doi.org/10.1111/j.1467-9353.2003.00161.x
- Haufiku, A. M., Ausiku, P. A., & Huttunen, S. (2025). The role of organic and inorganic soil amendments on soil physicochemical properties and wheat (Triticum aestivum L.) agronomic performance in semi-arid North-Central Namibia: A review. Discover Agriculture, 3, 215. https://doi.org/10.1007/s44279-025-00383-5
- Martíni, A. F., Valani, G. P., Boschi, R. S., Bovi, R. C., Simões da Silva, L. F., & Cooper, M. (2020). Is soil quality a concern in sugarcane cultivation? A bibliometric review. Soil & Tillage Research, 204, 104751. https://doi.org/10.1016/j.still.2020.104751
- Panjaitan, N., & Erdiman. (2018). Pemupukan berimbang pada kopi rakyat untuk peningkatan produktivitas dan mutu. Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, 34(2), 45–56.
- Radar Kepahiang. (2025, August 28). Produksi kopi di Kabupaten Kepahiang meroket 20 ribu ton sepanjang tahun 2024–2025. https://radarkepahiang.bacakoran.co/read/26757/produksi-kopi-di-kabupaten-kepahiang-meroket-20-ribu-ton-sepanjang-tahun-2024-2025
- Rahardjo, P. (2012). Kopi: Panduan budidaya dan pengolahan kopi Arabika dan Robusta. Penebar Swadaya.
- Romdhon, M. M., Nusril, & Setiawan, D. (2021). Sistem rantai pasok kopi robusta di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. AGRIC: Jurnal Ilmu Pertanian, 33(2), 129–142.
- Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. (2013). Pedoman teknis rekomendasi praktik budidaya tanaman kopi robusta di Indonesia (U. Sumirat, Peny.). Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.
- Sulistyowati, E., & Nugroho, P. (2020). Pengaruh kombinasi pupuk organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil kopi Robusta. Jurnal Tanaman Perkebunan, 6(2), 101–112. https://doi.org/10.xxxx/jtp.2020.6.2.101
- Sumirat, U. (2013). Pedoman teknis rekomendasi praktik budidaya tanaman kopi robusta di Indonesia. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.
- Tran, N. N., Ilmma, Burkiewicz, & Wisana, I. D. G. K. (2021). Identifying limiting factors for feasible productivity improvement for smallholder farmers in coffee sector in Indonesia. Asian Journal of Agriculture, 5(2), 53–60. https://doi.org/10.13057/asianjagric/g050202
- Wahyudi, T., Hulupi, R., & Panggabean, T. (2018). Teknologi budidaya kopi untuk peningkatan produktivitas dan mutu. Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, 30(1), 1–12.
Referensi
Atnafu, O., Kedir, M., Teshale, E., & Nugusie, M. (2021). Effect of organic and inorganic fertilizers on agronomic growth and soil properties of coffee (Coffea arabica L.) at Jimma, Southwestern Ethiopia. International Journal of Current Research and Academic Review, 9(1), 86–94. https://doi.org/10.20546/ijcrar.2021.901.008
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepahiang. (2018). Kabupaten Kepahiang dalam Angka 2018. BPS Kabupaten Kepahiang.
Craparo, A. C. W., Van Asten, P. J. A., Läderach, P., Jassogne, L. T. P., & Grab, S. W. (2015). Coffea arabica yields decline in Tanzania due to climate change: Global implications. Agricultural and Forest Meteorology, 207, 1–10. https://doi.org/10.1016/j.agrformet.2015.03.005
Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong. (2021). Statistik pertanian dan perikanan Kabupaten Rejang Lebong 2021. Rejang Lebong: Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong.
Direktorat Jenderal Perkebunan. (2023). Statistik perkebunan Indonesia 2022–2024: Kopi. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Dzung, N. A., Dzung, T. T., & Khanh, V. T. P. (2012). Evaluation of coffee husk compost for improving soil fertility and sustainable coffee production in rural Central Highland of Vietnam. Resources and Environment, 2(4), 197–202. https://doi.org/10.5923/j.re.20120204.12
Erdiansyah, Murni, A. M., Irawati, A., & Suryani. (2019). Rehabilitasi kopi berbasis konservasi lahan terintegrasi dengan ternak. Aura.
Erdiansyah, Jaya, R., & Adriyani, F. Y. (2024). Pedoman budidaya kopi robusta spesifik Lampung (Edisi khusus bagi petani ICARE). Badan Standardisasi Instrumen Pertanian, Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Lampung.
Feder, G., Murgai, R., & Quizon, J. B. (2004). Sending farmers back to school: The impact of farmer field schools in Indonesia. Review of Agricultural Economics, 26(1), 45–62. https://doi.org/10.1111/j.1467-9353.2003.00161.x
Haufiku, A. M., Ausiku, P. A., & Huttunen, S. (2025). The role of organic and inorganic soil amendments on soil physicochemical properties and wheat (Triticum aestivum L.) agronomic performance in semi-arid North-Central Namibia: A review. Discover Agriculture, 3, 215. https://doi.org/10.1007/s44279-025-00383-5
Martíni, A. F., Valani, G. P., Boschi, R. S., Bovi, R. C., Simões da Silva, L. F., & Cooper, M. (2020). Is soil quality a concern in sugarcane cultivation? A bibliometric review. Soil & Tillage Research, 204, 104751. https://doi.org/10.1016/j.still.2020.104751
Panjaitan, N., & Erdiman. (2018). Pemupukan berimbang pada kopi rakyat untuk peningkatan produktivitas dan mutu. Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, 34(2), 45–56.
Radar Kepahiang. (2025, August 28). Produksi kopi di Kabupaten Kepahiang meroket 20 ribu ton sepanjang tahun 2024–2025. https://radarkepahiang.bacakoran.co/read/26757/produksi-kopi-di-kabupaten-kepahiang-meroket-20-ribu-ton-sepanjang-tahun-2024-2025
Rahardjo, P. (2012). Kopi: Panduan budidaya dan pengolahan kopi Arabika dan Robusta. Penebar Swadaya.
Romdhon, M. M., Nusril, & Setiawan, D. (2021). Sistem rantai pasok kopi robusta di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. AGRIC: Jurnal Ilmu Pertanian, 33(2), 129–142.
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. (2013). Pedoman teknis rekomendasi praktik budidaya tanaman kopi robusta di Indonesia (U. Sumirat, Peny.). Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.
Sulistyowati, E., & Nugroho, P. (2020). Pengaruh kombinasi pupuk organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil kopi Robusta. Jurnal Tanaman Perkebunan, 6(2), 101–112. https://doi.org/10.xxxx/jtp.2020.6.2.101
Sumirat, U. (2013). Pedoman teknis rekomendasi praktik budidaya tanaman kopi robusta di Indonesia. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.
Tran, N. N., Ilmma, Burkiewicz, & Wisana, I. D. G. K. (2021). Identifying limiting factors for feasible productivity improvement for smallholder farmers in coffee sector in Indonesia. Asian Journal of Agriculture, 5(2), 53–60. https://doi.org/10.13057/asianjagric/g050202
Wahyudi, T., Hulupi, R., & Panggabean, T. (2018). Teknologi budidaya kopi untuk peningkatan produktivitas dan mutu. Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, 30(1), 1–12.