Main Article Content

Abstract

Desa Tanjung Dalam di Kecamatan Ulok Kupai menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk jalur hutan alami dan keberadaan berbagai jenis burung yang berpotensi untuk pengembangan ekowisata berbasis pengamatan burung. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan kemampuan masyarakat, kurangnya fasilitas pendukung, dan belum adanya model ekowisata yang tertata dengan baik. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan ekowisata berbasis masyarakat melalui pengembangan ekowisata pengamatan burung (birdwatching) sebagai upaya pelestarian alam sekaligus peningkatan ekonomi lokal. Pelaksanaan kegiatan mencakup pemetaan potensi ekowisata, peningkatan kapasistas masyarakat, pengembangan paket wisata dan fasilitas pendukung, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan praktik penggunaan teropong binokular. Pelaksanaan pengabdian telah menghasilkan bahwa aspek keberadaan burung di Desa Tanjung Dalam mendapat skor tertinggi, yaitu 4,6 diikuti oleh ketertarikan masyarakat untuk mengembangkan ekowisata burung dengan skor 4,5 dan aspek melihat jenis burung di Desa dengan skor 4,2. Namun demikian, skor pada indikator aspek manfaat utama ekowisata burung memperoleh skor 2,6 dan mengetahui tentang ekowisata pengamatan burung relatif rendah (2,0), hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar masyarakat belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai konsep dan praktik ekowisata pengamatan burung. Secara keseluruhan, program ini diharapkan menjadi contoh pengembangan ekowisata berkelanjutan yang mampu menjaga sumber daya hayati sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Keywords

Birdwatching Ekowisata Konservasi Tanjung Dalam Ulok Kupai

Article Details

How to Cite
Erniwati, Paulina, M., Susatya, A., & Hidayat, M. F. (2025). Pengembangan Ekowisata Pengamatan Burung Berbasis Masyarakat Lokal sebagai Upaya Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Peningkatan Ekonomi di Desa Tanjung Dalam Kecamatan Ulok Kupai. Dharma Raflesia : Jurnal Ilmiah Pengembangan Dan Penerapan IPTEKS, 23(2), 254–267. https://doi.org/10.33369/dr.v23i2.46049

References

  1. ABA. (2019). American Birding Association Code of Birding Ethics. American Birding Association. https://www.aba.org/aba-code-of-birding-ethics/
  2. Abdullah. (2013). Keberadaan Burung dan Penggunaan Habitat di Kawasan Pantai Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Jesbio, 2(3), 39–46. https://media.neliti.com/media/publications/77178-ID-keberadaan-burung-dan-penggunaan-habitat.pdf
  3. Birdpacker. (2019). Kode Etik Pengamat Burung. Birdpacker. https://birdpacker.org/kode-etik-pengamat-burung-indonesia/
  4. BPS. (2016). Statistik Daerah Kecamatan Ulok Kupai. In BPS Kabupaten Bengkulu Utara. BPS Kabupaten Bengkulu Utara.
  5. BPS. (2024). Kecamatan Ulok Kupai dalam Angka (P. Permawani (ed.)). BPS Kabupaten Bengkulu Utara.
  6. Erniwati, & Santosa, Y. (2024). High Conservation Value Area in Oil Palm Landscape as a Potential Ecotourism Destination for Birdwatching Activity. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1366(1), 1–6. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1366/1/012029
  7. Erniwati, Saprinurdin, Yansen, Reizshava, D., Yuliana, T. C., Siddiq, M. thalud I., & Suhardiman, W. R. (2025). Burung - Burung di TWA Seblat. Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.
  8. Fennell, D. (2025). Ecotourism. Third edition Taylor & Francis e-Library.
  9. Hakim, S., Ramlah, SY, N., & Nurman. (2025). Penguatan Peran Masyarakat dalam Konservasi Keanekaragaman Hayati melalui Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal di Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa. SIPAKARAYA, 3(2), 91–100. https://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/sipakaraya/article/view/4905/2077
  10. Hendee, J. C., & Dawson, C. P. (2009). Wilderness Management: Stewardship and Protection of Resources and Values (4th ed.). Fulcrum Publishing.
  11. Kissinger, Soendjotoe, M. A., Fithria, A., & Nisa, K. (2021). Ekowisata dan Jasa Lingkungan (R. M. N. Pitri (ed.); Cetakan pe). CV Banyubening Cipta Sejahtera. https://fahutan.ulm.ac.id/id/buku/bukuajar/2_Buku_Ajar_Ekowisata_dan_Jasa_Lingkungan_2021.pdf
  12. Kusumahadi, K. S. (2020). Analisis Keanekaragaman Jenis Burung di Kawasan Pantai Indah Kapuk Kota Jakarta Utara. Jurnal Ilmu Dan Budaya, 41(69), 8155–8168. http://journal.unas.ac.id/ilmu-budaya/article/view/892
  13. Maharani, N. P., Yuwono, S. B., Iswandaru, D., & Harianto, S. P. (2024). Eksplorasi Keanekaragaman Burung sebagai Daya Tarik Utama Avitourism di Ekowisata Mangrove Cuku Nyinyi, Kabupaten Pesawaran. Makila: Jurnal Penelitian Kehutanan, 18(2), 355–374.
  14. Mijiarto, J. (2022). Strategi Pengembangan Wisata Birdwatching di Kawasan Taman Wisata Alam Sijaba Hutaginjang. Wanamukti, 25(1), 13–25.
  15. Mubarik, A. L., Aditya, Mayrendra, C., Latrianto, A., Prasetyo, Y. E., Sukma, R. N., Alifah, E. N., Latifah, T. N., Kusuma, S. P., & Al Karim, yishe R. (2020). Keanekaragaman Burung Sebagai Potensi Pengembangan Avitourism di Objek Wisata Girimanik, Wonogiri, Jawa Tengah. Biotropika: Journal of Tropical Biology, 8(3), 152–162. https://doi.org/10.21776/ub.biotropika.2020.008.03.03
  16. Patil, S. (2024). The Role of Ecotourism in Sustainable Development : A Comprehensive Systematic Review. Research Square, 1–18.
  17. Putra, A. D. K., Sjafani, N., Hadun, R., & Wibowo, T. H. (2022). Keragaman Jenis Avifauna dan Potensi Pengembangannya untuk Ekowisata Birdwatching di Resort Ake Jawi, Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam, 19(2), 231–248.
  18. Samedi, S. (2015). Konservasi Keanekaragaman Hayati Di Indonesia: Rekomendasi Perbaikan Undang-Undang Konservasi. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 2(2), 1–28. https://doi.org/10.38011/jhli.v2i2.23
  19. Syafina, N., Abdullah, Saputri, M., Safrida, & Syafrianti, D. (2020). Studi Etno-Ornitologi dan Identifikasi Kearifan Lokal Masyarakat dalam Konservasi Burung dan Habitatnya di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 5(4), 21–32.
  20. University of Alaska. (2022). Birdwatching Brings Millions of Dollars to Alaska. Science Daily. https://www.sciencedaily.com/releases/2022/07/220706165344.htm
  21. Vivi, F. A. (2023). Strategi Pengembangan Ekowisata dalam Mendukung Konservasi Alam Danau Tahai. JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 8(3), 984–993. http://jim.unsyiah.ac.id/sejarah/mm