Main Article Content

Abstract

This research aimed to develop folklord teaching material based on comic and the effectifness in instilling elementary student literacy skill on Rejang Lebong. The research used research and development method (R&D). The subject on this research were the 5th grade student of elementary school number 85 on Rejang Lebong as control class, the 5th grade student of Al Latif Unggulan Aisyiyah on Rejang Lebong as first class experiment and the 5th grade student of elementary school number 10 on Rejamg Lebong as second experiment class. Based on result of this research and the explanation. In conclution that (1) the development of teaching material began with preliminary study through student and teacher interview. Then the interview result were adjusted to the theory and the observation become a draft model that would be validated by experts. Revised draft model would be tested in small scale and large scale.AFter that the final test product would be conducted by pretest and postest technique and the gain score would be analized. (2) folklore teaching material based on comic was effective to instill student literacy. g-score of the experiment class has  0.63 for kognitif aspect and 0.57 for psikomor aspect, while the g-score in control class has 0.16 for kognitif and psikomotor aspect.

Article Details

How to Cite
Anggara, A. Y. (2020). Pengembangan Bahan Ajar Cerita Rakyat Berbasis Komik Untuk Penanaman Kemampuan Literasi Siswa Sekolah Dasar Kabupaten Rejang Lebong. Jurnal Pembelajaran Dan Pengajaran Pendidikan Dasar, 3(1), 210–222. https://doi.org/10.33369/dikdas.v3i1.11964

References

  1. Abidin, Yunus. 2012. Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan Karakter. Bandung: Refika Aditama
  2. Abidin, dkk. 2017. Pembelajaran Literasi: Startegi Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika, Sains, membaca, dan Menulis. Jakarta: Bumi Aksara.
  3. Aqib, Zainal. 2013. Model-model, media, dan startegi pembelajaran konstektual (Inovatif). Bandung: Yrama Widya.
  4. Bafadal, Ibrahim. 2005. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
  5. Bassano, Mary. dkk. 2015. Terapi Musik & Warna. Cara Dasyat Hidup Lebih Sehat dan Bahagia. Yogjakarta: Araska.
  6. Buanata, Murti. 2004. Buku, Mendongeng dan Minat Membaca. Jakarta: Pustaka Tangga.
  7. Campbell, Linda. dkk. 2002. Multiple Intelligences, Metode Terbaru Melesatkan Kecerdasan. (Alih Bahasa: Tim Inisiasi). Depok: Inisiasi Pers.
  8. Central Connecticut State University. (2016). World’s Most Literate Nations Ranked. New Britain: CCSU New Release. (Web). https://webcapp.ccsu.edu/?news=1767&data. Diakses tanggal 12 Februari 2018.
  9. Danandjaja, James. (2007). Folklor Indonesia, Ilmu Gosip, Dongeng, dan Iain-lain. Jakarta: Grafiti.
  10. Dalman. 2014. Keterampilan Membaca. Jakarta: Rajawali Pers.
  11. Darsono. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Press
  12. Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
  13. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. 2016. Panduan Gerakan Literasi di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar.
  14. Endraswara, Suwardi. 2013. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: CAPS.
  15. Fajri, EM Zul. Senja, Aprilia Ratu. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Revisi). Semarang: Difa Publishers.
  16. Harijanto, M. 2007. “Pengembangan Bahan Ajar Untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Program Pendidikan Pembelajaran Sekolah Dasar”. Jurnal Didaktika Vol. 2 No. 1 Maret 2007 Hal 216-226
  17. Jalilehvand, M. 2012. “The Effects of Text Length and Picture on Reading Comprehension of Iranian EFL Student”. Canadian Center of Science and Education. Vol 8. No 3. Hal 329-337.
  18. Karwono, Mularsih. 2017. Belajar dan Pembelajaran Serta Pemanfaatan Sumber Belajar. Depok: Rajawali Pres.
  19. Lestari, Hera. dkk. 2009. Materi Pokok Pendidikan Anak di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
  20. Merc, ali. 2013. The effect of comic strips on EFL reading comprehension. International Journal on New Trends in Education and Their Implications. Volume: 4 Issue: 1 Article: 05 ISSN 1309-6249.
  21. Muktadir, Agustrianto. 2014. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal Berbasis Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan karakter Di Sekolah Dasar Provinsi Bengkulu. Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun IV, No.3 Hal 318-331.
  22. Olajide, Stephen Billy. 2010. Folklore and Culture as Literacy Resources for National Emancipation. English Education Unit, Department of Arts & Social Sciences Education. Vol. 3, No. 2; Pg. 200-205.
  23. Rahim, Farida. 2005. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
  24. Rahim,dkk. 2017. Dissemination of Values and Culture through the E-Folklore. The Turkish Online Journal of Educational Technology – January 2017, Volume 16 issue 1.
  25. Rahmanto, B. 2008. Metode Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  26. Rohani, Ahmad. 2014. Media Instruksional Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
  27. Santosa, Puji. 2010. Materi Pokok Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
  28. Slameto. 2013. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.
  29. Setiawan, Denny. dkk. 2009. Materi Pokok Komputer dan Media Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.
  30. Sukmadinata, Syaodih, Nana. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  31. Sugihastuti, 2007. Teori Apresiasi sastra. Jogjakarta: Pustaka Pelajar
  32. Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  33. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Administrasi Dilengkapi dengan Metode R&D. Bandung: Alfabeta.
  34. Suroso, 2010. Smart Brain, Metode Menghafal Cepat dan Meningkatkan Ketajaman Memori. Surabaya: SIC.
  35. Programme for International Student Assessment (PISA). 2015. PISA 2015 Result in Focus. (pdf file). https://www.oecd.org/pisa/pisa-2015-results-in-focus.pdf. Diakses pada 12 Februari 2018.
  36. Pusat Kurikulum dan Perbukuan. 2014. Instrumen dan Rubrik B1 Penilaian Buku Pengayaan Pengetahuan. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (pdf file). http://puskurbuk.net/web13/penilian-buku-nonteks-pelajaran. html. Diakses pada 2 Maret 2018.
  37. Tiemensma, L. 2009. “Visual Literacy to comic or not to comic”. world library and information congress 75th IFLA General Conference and Concil. Midrand Graduate Institute. Hal 1-10.
  38. Wati, Ega Rima. 2016. Ragam Media Pembelajaran. Yogjakarta: Kata Pena.
  39. Wahyuningsih, Nur. 2012. “Pengembangan Media Komik Bergambar Materi Sistem Saraf untuk Pembelajaran yang Menggunakan Strategi PQ4R” Journal of Innovative Science Education. Hal 19-27.
  40. Winarni, Endang, Widi. 2011. Penelitian Pendidikan. Bengkulu: FKIP UNIB.