Pengembangan Modul KOBA dengan Model 4-D untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa

Suryadi Suryadi(1), Agus Sundaryono(2), Nurhamidah Nurhamidah(3),
(1) , 
(2) , 
(3) , 

Abstract


Abstract

[Module Development of KOBA with 4-D Model to Improve Students' Creative Thinking Skills]. The purpose of this study was to determine the level of quality of the modules developed and the ability of creative thinking of students in KOBA courses. Module development is done by 4D model, namely define, design, develop, and disseminate. The quality of the module can be identified through validation tests with education expert lecturers and chemists. The ability to think creatively is measured using description questions based on indicators of creative thinking, namely fluency, flexibility, and elaboration. Measurement is done by comparing the results of the pretest and posttest. Next the results were tested for normality and homogeneity. Then hypothesis testing is carried out. Based on validation tests by expert lecturers, the modules that have been compiled are known to have good module quality levels. The average pretest and posttest scores were 56.046 and 72.549 respectively. After testing for normality, homogeneity and hypothesis testing, it was concluded that there was an increase in students' creative thinking skills in KOBA courses using modules.

Keywords: Modules; Creative Thinking; 4D Model; Pretest; Posttest.

(Received November 19, 2018; Accepted April 15, 2019; Published June 18, 2019)

Abstrak

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas modul yang dikembangkan dan kemampuan berfikir kreatif mahasiswa pada mata kuliah KOBA. Pengembangan modul dilakukan dengan model 4D yaitu define, design, develop, dan disseminate. Kualitas modul dapat diketahui melalui uji validasi dengan dosen ahli pendidikan dan ahli kimia. Kemampuan berpikir kreatif diukur menggunakan soal uraian berdasarkan indikator berpikir kreatif yaitu fluency, flexibility, dan elaboration. Pengukuran dilakukan dengan membandingan hasil pretest dan posttest. Berikutnya hasil tersebut diuji normalitas dan homogenitasnya. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis. Berdasarkan uji validasi oleh dosen ahli, modul yang telah disusun diketahui memiliki tingkat kualitas modul yang baik. Rata-rata nilai pretest dan posttest masing-masing adalah 56,046 dan 72,549. Setelah uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis, maka diambil kesimpulan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa pada mata kuliah KOBA dengan menggunakan modul.

Kata kunci: Modul; Berpikir Kreatif; Model 4D; Pretest; Posttest.


Full Text:

PDF

References


Akbar, S. (2010). Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Festiana, I., Sarwanto dan Sukarmin. (2014). Pengembangan Modul Fisika Berbasis Masalah pada Materi Listrik Dinamis untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA. Jurnal Inkuiri, 3(2):36-47.

Kalinda, P. K. D., Maharta, N., Ertikanto, C. (2014). Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing Pada Materi Suhu dan Perubahannya. Lampung: FKIP Universitas Lampung.

King, F. J., Goodson, L., and Rohani, F. (2008). Higher Order Thinking Skills: Definition, Teaching Strategies, Assessment. A publication of the Educational Service Program, now known as the Center for Advancement of Learning and Assessment.

Kurniati, V. E. (2015). Uji Toksisitas Ekstrak Batang Jatropha multifida L Terhadap Hati dan Ginjal Mencit (Mus musculus) Sebagai Modul Pembelajaran Biologi Kelas XI IPA [Tesis]. Bengkulu: Universitas Bengkulu.

Listiono, A. E. (2016). Pengaruh Nanopartikel Kitosan-Ekstrak Batang Jatropha multifida L Terhadap Jumlah Eritrosit Mus musculus yang Diinfeksi P. bergei Serta Aplikasinya sebagai Modul Pembelajaran Kimia Organik Bahan Alam [Tesis]. Bengkulu: Universitas Bengkulu.

Mursalin. (2016). Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kreatif Melalui Pengembangan Konten Buku Matematika Berbasis Pembelajaran Model Treffinger. Diambil dari https://www.researchgate.net/ publication/303547753

Pehkonen, E. (1997). The State – of - Art in Mathematical Creativity. Diambil dari http://www.fiz.karlsruhe.de/fiz/publications/zdm ZDM Volume 29 (June 1997) Number 3. Electronic Edition ISSN 1615-679X.

Sudaryati, A., Soeparmi, dan Sarwanto. 2017. Pengembangan Modul Fisika Berbasis Masalah pada Materi Listrik Dinamis untuk Eningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X SMA/MA. Jurnal Inkuiri. Vol 6 (3): 127-140.

Swestyani, S., Masyuri, M., dan Prayitno, B.A. 2014. Pengembangan Modul IPA Berbasis Creative Problem Solving (CPS) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa. Bio-Pedagogi : Jurnal Pembelajaran Biologi. Vol. 6 (2): 36-41.

Yuliasti, T. (2016). Pengaruh Nanopartikel Perak- Ekstrak Batang Jatropha Multifida L Terhadap Eritrosit Mencit Terinfeksi Plasmodium Berghei dan Implementasinya pada Pembelajaran Kimia [Tesis]. Bengkulu: Universitas Bengkulu.




DOI: https://doi.org/10.33369/pendipa.3.2.95-99

Article Metrics

 Abstract Views : 0 times
 PDF Downloaded : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Suryadi Suryadi, Agus Sundaryono, Nurhamidah Nurhamidah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

PENDIPA: Jurnal Pendidikan Sains Universitas Bengkulu is indexed by :

PENDIPA: Jurnal Pendidikan Sains Universitas Bengkulu

Graduate School of Science Education, University of Bengkulu

Jl. WR Supratman, Bengkulu 38371, Indonesia
Phone: +62 853-8292-6256
Email: pascapendipa@unib.ac.id
https://ejournal.unib.ac.id/index.php/pendipa

View My Stats