Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk variasi bahasa yang muncul dalam lirik lagu “Stecu-Stecu” karya Faris Adam serta menelusuri bagaimana ragam bahasa tersebut mencerminkan latar sosial dan budaya penuturnya. Lagu ini dipilih karena secara eksplisit menampilkan kekayaan bahasa informal khas anak muda Indonesia Timur melalui penggunaan dialek regional, slang remaja, campur kode, serta gaya tutur ekspresif. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bahasa dalam lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi penanda identitas sosial, usia, dan latar budaya penuturnya. Dialek Melayu Timur yang digunakan seperti “sa”, “ko”, “su”, dan “jang” mencerminkan identitas regional, sementara penggunaan istilah seperti “fly”, “stelan cuek”, dan “effort” menunjukkan pengaruh budaya pop dan globalisasi. Lagu ini juga memperlihatkan dinamika hubungan antar-gender khas remaja melalui gaya bahasa yang santai dan penuh tarik-ulur emosional. Kesimpulannya, lagu “Stecu-Stecu” tidak hanya memiliki nilai estetika musik, tetapi juga nilai linguistik dan sosiokultural yang tinggi, menjadikannya sebagai cermin cara anak muda Indonesia Timur mengekspresikan diri dan membangun hubungan sosial melalui bahasa.

Keywords

Kata kunci: campur kode, dialek regional, sosiolinguistik, slang remaja, variasi bahasa.

Article Details

References

  1. Amri, Y. K. (2019). Alih kode dan campur kode pada media sosial. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia II (Vol. 2, pp. 149-154). FBS Unimed Press.
  2. Atmojo, W. T., & Kusumaningtyas, R. (2017). Persepsi Mahasiswa Surakarta Terhadap Dialek Jawa Surabaya (Deskriptif Kualitatif Komunikasi Pada Mahasiswa Surakarta Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta) (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
  3. EARLY, A. Y. (2022). Analisis Variasi Bahasa pada Tweet Pengguna Twitter (Kajian Sosiolinguistik) (Doctoral dissertation, IKIP PGRI PONTIANAK).
  4. Gurning, R. A., Sipayung, W. W., Sinurat, E., & Saragih, Y. S. (2024). Analisis Sosiolinguistik: Perspektif Bahasa Dalam Masyarakat. Realisasi: Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain, 1(4), 238-245.
  5. Hasanah, N., Hudiyono, Y., & Agustian, J. F. (2020). Analisis Variasi Bahasa Pada Komunitas Di Jejaring Sosial Whatsapp: Kajian
  6. Khoirurrohman, T., & Abdan, M. R. (2020). Analisis Pemakaian Variasai Bahasa Slang Pada Remaja Desa Kalinusu: Kajian Sosiolinguistik. Jurnal Ilmiah Semantika, 1(02), 1-11.
  7. Kharisma, D., & Surana, S. (2023). Variasi Bahasa Dalam Film" Tilik" Karya Wahyu Agung Prasetyo (Kajian Sosiolinguistik). JOB (Jurnal Online Baradha), 19(3), 193-211.
  8. Lukiana, D., & Prabawa, A. H. (2019). Analisis Variasi Bahasa Pada Rubrik Kriiing Surat Kabar Solopos Kajian Sosiolinguistik (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta). Sosiolinguistik. Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies, 3(2), 26-32.
  9. Mahmud. (2011). Metode penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.
  10. Mubarok, M. A. R., & Rohaedi, D. W. (2021). Variasi Bahasa Slogan dalam Iklan Situs Belanja Daring Tokopedia: Kajian Sosiolinguistik. Bapala, 8 (5), 187–196.
  11. Nugraha, R. P. (2016). Konstruksi nilai-nilai nasionalisme dalam lirik lagu (Analisis semiotika Ferdinand de Saussure pada lirik lagu “bendera”). Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Sosial, 5(3), 290-303.
  12. Rohmadi, M., & Nasucha, Y. (2017). Dasar-dasar penelitian bahasa, sastra, dan pengajaran. Surakarta: Pustaka Briliant.