Main Article Content
Abstract
Abstract
PAUD Baitul Salvia is one of the non-formal educational institutions under the auspices of the Baitul Ilmi Al-Falah Foundation. The results of interviews with PAUD teacher Baitul Salvia, namely that researchers found a problem in the lack of parental initiative to repeat lessons at home that had been learned at school. The majority of parents of students at PAUD Baitul Salvia do not maximize their children's study time at home. This program uses an outreach method using an interactive lecture approach with the target being parents of Baitul Salvia PAUD students. The results of the counseling carried out were positive responses from participant feedback, many participants stated that they gained new insights and felt more ready to be actively involved in the child's education process at home. As a form of continuity, we distribute handbooks containing learning materials that have been explained by speakers.
Keywords: Early Childhood Education, Parenting, Non-formal Education
Abstrak
PAUD Baitul Salvia merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal dibawah naungan Yayasan Baitul Ilmi Al-Falah. Hasil wawancara dengan guru PAUD Baitul Salvia yaitu peneliti menemukan masalah pada kurangnya inisiatif orang tua untuk mengulang pembelajaran di rumah yang sudah dipelajari di sekolah. Mayoritas orang tua murid di PAUD Baitul Salvia kurang memaksimalkan waktu belajar anak-anaknya di rumah. Program ini menggunakan metode penyuluhan menggunakan pendekatan ceramah interaktif dengan sasaran yaitu orang tua murid PAUD Baitul Salvia. Hasil dari penyuluhan yang dilakukan yaitu, tanggapan positif dari umpan balik peserta, banyak peserta menyatakan bahwa mereka mendapatkan wawasan baru dan merasa lebih siap untuk terlibat aktif dalam proses pendidikan anak di rumah. Sebagai bentuk keberlanjutan, kami membagikan handbook berisi materi pembelajaran yang telah dipaparkan oleh pembicara.
Kata kunci: Pendidikan Anak Usia Dini, Pola asuh, Pendidikan Non-Formal
Keywords
Article Details
Copyright @2022. This is an open-access article distributed under Journal of Community Empowerment
