Main Article Content
Abstract
Pengabdian ini mengkaji proses belajar orang dewasa (andragogi) yang terjadi dalam pelatihan pengembangan komik edukasi berbasis AI bertema budaya lokal Bengkulu bagi 25 Pamong Belajar dan Tutor PAUD SPNF-SKB Kabupaten Bengkulu Tengah. Berbeda dari kajian yang berfokus pada luaran pelatihan semata, pengabdian ini menganalisis secara mendalam dinamika proses belajar yang berlangsung di setiap tahap pelatihan, mencakup pengaktifan pengalaman awal peserta, negosiasi makna melalui diskusi, pergulatan kognitif dalam penguasaan teknologi, kolaborasi antarpeserta, dan refleksi diri. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data dari observasi partisipatif, catatan lapangan, wawancara reflektif, dan dokumentasi proses, kajian ini mengidentifikasi empat fase kritis proses belajar orang dewasa yang berulang dalam setiap sesi: (1) triggering experience, pengaktifan rasa ingin tahu melalui pengalaman budaya yang familiar; (2) cognitive disequilibrium, ketidakseimbangan kognitif saat menghadapi teknologi baru; (3) collaborative sense-making, negosiasi makna secara kolaboratif; dan (4) integrative reflection, integrasi pengalaman baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki. Temuan menunjukkan bahwa andragogi yang dilandasi konteks budaya lokal sebagai titik masuk pembelajaran terbukti efektif menurunkan resistensi peserta terhadap teknologi, meningkatkan motivasi intrinsik, dan menghasilkan produk pembelajaran yang autentik. Implikasi teoretis dan praktis bagi pengembangan program pelatihan Pamong Belajar berbasis pendekatan pengalaman dibahas secara mendalam.
Keywords
Article Details
Copyright @2022. This is an open-access article distributed under Journal of Community Empowerment
