Main Article Content

Abstract

A study to determine the effect of vitamin A and magnesium supplementation on Dry Matter Digestibility (DMD) and Organic Matter Digestibility (OMD) in lamb. The research was conducted experimentally using a Randomized Completely Block Design (RCBD) using 18 rams local aged 7 - 8 months with an average initial body weight of 20 kg ± 2.38 kg.   The feed was given at 4% Dry Matter (DM) of body weight with a ratio of ammoniated rice straw and concentrate of 25%:75%.  The treatments tested were T0 (control), T1 (25% ammoniated rice straw, 75% concentrate, plus 2000 IU of vitamin A), and T2 (25% ammoniated rice straw, 75% concentrate, plus 2000 IU of vitamin A, plus 1 gram of magnesium).  The results of the variance of the analysis showed that the treatment of vitamin A and Magnesium administration had a real effect (p<0.05) on the digestibility of organic matter, while other variables were not accurate. The average digestibility of organic matter was T0 at 91.49%, T1 at 91.19%, and T2 at 92.24%. T2 was the treatment with the highest digestibility, with a difference of 2.75% from the control treatment. After the Randomized Completely Block Design (RCBD) and Variance of Analysis test, the next test used Honestly Significant Difference (HSD). Vitamin A and Magnesium supplementation affected the digestibility of organic matter by 2.75% higher than the control treatment.

Keywords

Vitamin A Magnesium Dry Matter (DM) Organic Matter (OM) digestibility Sheep

Article Details

How to Cite
Jalalludin, J., Suryapratama, W., & Prayitno, C. H. (2025). Effect of Vitamin A and Magnesium Supplementation on Consumption and Digestibility of Dry Matter and Organic Matter in Lamb. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 20(1), 33–38. https://doi.org/10.31186/jspi.id.20.1.33-38

References

  1. Amaliya, R. 2014. Penggunaan Daun Turi, Angsana dan Gamal Sebagai Upaya Meningkatkan Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Pakan yang Berbasis Jerami Padi Secara In Vitro. [Skripsi]. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto.
  2. Amtiran, A. L., I. M. S. Aryanta., dan G. Maranatha. 2018. Penggunaan Tepung Kulit Pisang Terfermentasi Terhadap Konsumsi, Kecernaan, Bahan Kering dan Bahan Organik pada Ternak Babi. Jurnal Nukleus Peternakan. 5(2). 92–98.
  3. Alia, L.S. 2015. Pengaruh Umur Pemotongan Tanaman Rami (Boehmeria Nivea) Terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik (In Vitro). Students e-Journal. 4(3): 47-52.
  4. Azahari, D.H., A.F. Suddin, R. Elizabeth dan H.J. Purba. 2019. Revitalisasi Manajemen Pakan Memenuhi Hmt Ruminansia. UNES Journal of Scientech Research. 4(1): 69-84.
  5. Baliarti, E., M. Soejono, S. Keman, dan H. Hartadi. 2000. Kinerja Induk Sapi Peranakan Ongole Selama Kebuntingan yang Diberi Ransum Basal Jerami Padi Dengan Suplementasi Daun Lamtoro dan Vitamin A. Buletin Peternakan. 24(1): 17-26.
  6. Durand, M., dan R. Kawashima. 1980. Influence of Minerals in Rumen Microbial Digestion. AVI Publish. Co., Inc., Westport, Connecticut..
  7. Georgievskii, V.I. 1982. Mineral Nutrition of Animal. Butterworths.
  8. Ginting, H. S., Z. Siregar, dan E. Mirwandhono. 2013. Pengaruh Pemberian Jerami Padi Dengan Berbagai Perlakuan (Fisik, Kimia, Biologi dan Kombinasi) Terhadap Performans Domba Lokal Jantan. Jurnal Peternakan Integratif. 1(2) : 155-164.
  9. Humer, E., J. R. Aschenbach, V. Neubauer, I. Kröger, R. Khiaosa‐Ard, W. Baumgartner, dan Q. Zebeli. 2018. Signals For Identifying Cows at Risk of Subacute Ruminal Acidosis In Dairy Veterinary Practice. Journal of Animal Physiology and Animal Nutrition 102(2): 380-392.
  10. Jamila, M., A. Mirzad, dan Rinduwati, 2020. Pengaruh Bentuk Ransum Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Pada Sapi Bali. Pastura 10(1): 28 – 31
  11. Liu J. X., dan E. R. Orskov. 2000. Cellulase Treatment of Untreated and Steam Pretreated Rice Straw Effect on In Vitro Fermentation Characteritic. Animal Feed Science Technology. 88: 189 – 200.
  12. Nugroho, A.D., M. Muhtarudin., E. Erwanto, dan F. Fathul. 2020. Pengaruh perlakuan fermentasi dan amoniasi kulit singkong terhadap nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum pada domba jantan. Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals), 4(2): 119-125.
  13. Pambarep, A. U. 2014. Penggunaan Daun Lamotoro (Leucaena leucocephala) Sebagai Upaya Optimalisasi Kecernaan Bahan Organik dan Lemak pada Pakan Sapi Potong. Skripsi. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto.
  14. Prawoto, Y. dan R.A. Winholtz, 2001. Fatigue Crack Growth With Tensile Residual Stresses. In Advances in Fracture Research, ICF10, Proceedings of the 10th International Conference on Fracture.
  15. Sayekti, I., E. Purbowati dan E. Rianto. 2015. Pemanfaatan Protein Pakan pada Domba Jantan Lokal yang Mendapat Pakan pada Siang dan Malam Hari. Animal Agriculture Journal. 4(1): 22 – 27.
  16. Subrata A., R.D. Cahyani, dan L.K. Nuswantara. 2012. Pengaruh Proteksi Protein Tepung Kedelai Dengan Tanin Daun Bakau Terhadap Konsentrasi Amonia, Undegraded Protein dan Protein Total Secara In Vitro. Animal Agriculture Journal. 1(1): 159-166.
  17. Sudirman. 2013. Evaluasi Pakan Tropis, dari Konsep ke Aplikasi (Metode In Vitro Feses). Pustaka Reka Cipta, Bandung.
  18. Sutardi, T. 1979. Ketahanan Protein Bahan Makanan Terhadap Degradasi Oleh Mikroba Rumen dan Manfaatnya Bagi Peningkatan Produktivitas Ternak. Prosiding Seminar dan Penunjang Peternakan. Lembaga Penelitian Peternakan, Bogor.
  19. Syapura, M., Bata, dan W.S. Pratama. 2013. Peningkatan Kualitas Jerami Padi dan Pengaruhnya Terhadap Kecernaan Nutrien dan Produk Fermentasi Rumen Kerbau dan Feses Sebagai Sumber Inokulum. Jurnal Agripet. 13(2): 59 – 67.
  20. Widodo, W., F. Wahyono., dan S.Sutrisno. 2012. Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik, Produksi VFA dan NH3 Pakan Komplit Dengan Level Jerami Padi Berbeda Secara In Vitro. Animal Agriculture Journal. 1(1):215-230.