Main Article Content

Abstract

PhET Interactive Simulation merupakan simulasi yang dapat memvisualisasi materi pembelajaran, mampu melibatkan mahasiswa secara aktif terlibat dalam proses berpikir dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hasil belajar mahasiswa semester 5 Pendidikan Biologi Universitas Bengkulu pada Mata Kuliah Evolusi serta untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Higher Order Thinking menggunakan PhET Interactive Simulation. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen (eksperimen semu), model Nonequivalent control group design dengan total sampling. Adapun kelas eksperimen pada penelitian ini ialah kelas 5A dengan kelas 5B sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar pretest  dan posttest dalam bentuk soal uraian dan analisis. Sementara itu, metode pembelajaran dikedua kelas disamakan yakni menggunakan diskusi kelompok. Setelah dilakukan pembelajaran, diberikan lembar posttest untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan hasil belajar mahasiswa pada Mata Kuliah Evolusi. Sementara itu, model pembelajaran kedua kelas disamakan yakni Higher Order Thinking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pretest pada kelas kontrol dan kelas eksperimen, yakni secara berurutan sebesar 39,71 dan 39,41. Begitu pula setelah pembelajaran, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata posttest pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. yakni secara berurutan sebesar 82,94 dan 85,29. Selain itu, penggunaan PhET Interactive Simulation dikategorikan tinggi dengan nilai N-Gain sebesar 0,79 dan penggunaannya dianggap efektif dengan persentase N-Gain pretest dan posttest mencapai 79%.

Article Details

How to Cite
Husein, A. S., Jumiarni, D., Hidayat, S., & Abas, A. (2024). Implementasi Pembelajaran Higher Order Thinking Menggunakan PhET Interactive Simulation Pada Mata Kuliah Evolusi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa. Diklabio: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Biologi, 8(2), 353–359. https://doi.org/10.33369/diklabio.8.2.352-359