Kualitas Fisik Daging Ayam Broiler yang Dipelihara di Kandang Closed House pada Ketinggian Dataran Berbeda

B. Prasetyo(1), L .D. Mahfudz(2), M. H. Nasoetion(3),
(1) , Indonesia
(2) Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto No.13, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275, Indonesia
(3) Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto No.13, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275, Indonesia

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan ketinggian dataran terhadap kualitas fisik daging ayam broiler yang dipelihara pada kandang closed house. Percobaan dilakukan dengan menggunakan kandang closed house dengan ketinggian dataran berbeda dengan lama pemeliharaan 28 hari. Rancangan yang digunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 8 ulangan. Setiap unit percobaan terdiri dari 2 kandang closed house. Data dianalisis ragam dengan uji F pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila terdapat pengaruh perlakuan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Perlakuan yang diberikan yaitu: T1 (dataran rendah, <400 mdpl), T2 (dataran sedang, 400 – 700 mdpl) dan T3 (dataran tinggi, >700 mdpl). Parameter yang diukur yaitu water holding capacity (WHC), pH, susut masak, drip loss dan warna. Hasil penelitian menunjukan bahwa ayam broiler yang dipelihara dalam kandang closed house di dataran tinggi (Ampel) memiliki susut masak, drip loss dan kecerahan warna daging dada nyata (P?0,05) lebih baik dibandingkan pada dataran rendah (Demak). Nilai pH daging yang mendekati normal pada ketinggian dataran sedang (Gunungpati). Ketinggian dataran tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tingkat kemerahan dan kekuningan daging paha ayam broiler. Simpulannya adalah ayam broiler yang dipelihara dalam kandang closed house di dataran tinggi memiliki kualitas fisik daging yang paling baik.


Keywords


ayam broiler; closed house; ketinggian dataran; kualitas fisik daging

Full Text:

PDF

References


Al-amin, ahmad fauzy, Hartono, M., Suharyati, S., 2017. Fakto-faktor yang mempengaruhi calving interval sapi perah pada peternakan rakyat di beberapa kabupaten/kota provinsi Lampung. Penelit. Peternak. Indones. 1, 33–36.

Andriawan, T., Harjanti, D.W., Sambodho, P., 2014. Hubungan antara Konsumsi Serat Kasar terhadap Produksi dan Lemak Susu Sapi Perah di Peternakan Rakyat Kabupaten Klaten. Anim. Agric. J. 3, 383–388.

Broderick, G.A., 2003. Effects of varying dietary protein and energy levels on the production of lactating dairy cows. J. Dairy Sci. 86, 1370–1381.

Epaphras, A., Karimuribo, E.D., Msellem, S.N., 2004. Effect of season and parity on lactation of crossbred Ayrshire cows reared under coastal tropical climate in Tanzania. Livest. Res. Rural Dev. 16, 46–54.

Fachiroh, L., Prasetiyono, B.W.H.., Subrata, A., 2012. Kadar Protein dan Urea Darah Kambing Perah Peranakan Etawa yang Diberi Wafer Pakan Komplit Berbasis Limbah Agroindustri dengan Suplementasi Protein Terproteksi. Anim. Agric. 1, 443–451.

Gurmessa, J., Melaku, A., 2012. Effect of Lactation Stage , Pregnancy , Parity and Age on Yield and Major Components of Raw Milk in Bred Cross Holstein Friesian Cows. World J. Dairy Food Sci. 7, 146–149.

Indonesia, S.N., Nasional, B.S., 2009. Pakan konsentrat – Bagian 1 : Sapi perah.

Iriyani, N., 2001. Pengaruh penggunaan kulit biji kedelai sebagai pengganti jagung dalam ransum terhadap kecernaan energi, protein dan kinerja domba. J. Produksi Ternak 2.

Makin, M., 2011. Tata Laksana Peternakan Sapi Perah. Graha Ilmu.

Mariyono dan E. Romjali, 2007. Petunjuk Teknis Teknologi Inovasi ‘Pakan Murah’ untuk Usaha Pembibitan Sapi Potong. Pus. Penelit. dan Pengemb. Peternakan, Loka Penelit. Sapi Potong, Grati.

Meutia, N., Rizalsyah, T., Ridha, S. dan, Sari, M.K., 2016. Residu Antibotika Dalam Air Susu Segar Yang Berasal Dari Peternakan Di Wilayah Aceh Besar. Ilmu Ternak. 16.

Nugroho, A.T., Surjowardojo, P., Ihsan, M.N., 2010. the Performances of Milk Yield Holstein Friesian ( Fh ) Dairy Cows At Various Parities and Month of Lactation in Different Altitude. Ilmu Ternak 20, 55–64.

Rositawati Indrati dan Dian Vidiastuti, 2017. GENETIC IMPROVEMENT OF SHEEP THROUGH FEED FORMULATION AND SUPERIOR MALE IN JOMBANG DISTRICT. J. Innov. Appl. Technol. 03, 538–543.

Rustamadji, B., 2004. Dairy Science Laboratory of Dairy Animal. Fac. Anim. Sci. Gadjah Mada Univ. Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.31186/jspi.id.16.1.61-67

Article Metrics

 Abstract Views : 0 times
 PDF Downloaded : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Flag Counter

Editorial Office :

Gedung Laboratorium Jurusan Peternakan Lantai 2, Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu

Jalan W.R. Supratman, Kandang Limun, Bengkulu, 38371

Email : jspi@unib.ac.id, jsainpet@gmail.com