Identifikasi Asal-usul Ayam Hutan Merah yang Dipelihara Masyarakat Di Kabupaten Seluma

J. Setianto(1), Sutriyono Sutriyono(2), H. Prakoso(3), B. Zain(4),
(1) Laboratorium Jurusan Peternakan Universitas Bengkulu, Indonesia
(2) Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Jl. W.R. Supratman Kandang Limun, Bengkulu 38371. Tel./Fax. +62-736-21290, 
(3) Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Jl. W.R. Supratman Kandang Limun, Bengkulu 38371. Tel./Fax. +62-736-21290 Program Pascasarjana Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu., 
(4) Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Jl. W.R. Supratman Kandang Limun, Bengkulu 38371. Tel./Fax. +62-736-21290, 

Abstract


Ayam hutan merah merupakan salah satu satwa penting yang mempunyai fungsi ekologi, ekonomi dan estetika. Masyarakat di Kabupaten Seluma telah memelihara ayam hutan merah. Sampai saat ini, belum banyak dikaji asal-usul ayam hutan merah yang dipelihara oleh masyarakat. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi asal-usul ayam hutan merah, asal pembelian bibit, alat yang digunakan untuk berburu, dan kemurnian bibit. Pemilihan responden dilakukan dengan metode snowball sampling. Data diperoleh dari peternak yang dipilih sebagai responden dengan menggunakan kombinasi wawancara secara mendalam, daftar pertanyaan, dan pengamatan langsung. Hasil studi menunjukkan asal ayam hutan merah responden dari membeli sebanyak 51,11%, pemberian sebesar 17,78, berburu sebanyak 11,11%, serta berburu dan membeli sebanyak 9%. Dari responden yang membeli, 81,24 % responden membeli ayam hutan merah dari peternak, 12,5% dari pemburu, 3,13% dari pemburu dan peternak dan 3,13% dari pasar. Sebanyak 31,11% responden melakukan perburuan dan 68,89% tidak melakukan perburuan. Dari responden yang berburu, 7,14% menggunakan alat jaring, 7,14% alat racit, dan 85,72% kombinasi jaring dan racit. Bibit yang dibeli responden induk 6,25%, pejantan 56,25%, anak 6,25% serta induk dan pejantan 31,25%. Bibit yang diperoleh responden sebanyak 17,78% ayam hutan merah, 66,67% keturunan ayam hutan merah dan 15,56 ayam hutan merah dan keturunannya. Asal-usul ayam hutan merah diperoleh dari alam dengan cara berburu dan dari masyarakat dengan cara membeli maupun pemberian. Perolehan ayam hutan merah paling dominan diperoleh dari masyarakat sebesar 74,07%. Sisanya sebesar 25,93% diperoleh dari alam.

 

Kata kunci: Ayam hutan merah, asal-usul, bibit, berburu



DOI: https://doi.org/10.31186/jspi.id.11.2.141-152

Article Metrics

 Abstract Views : 57 times
 PDF (Bahasa Indonesia) Downloaded : 20 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Flag Counter

Editorial Office :

Gedung Laboratorium Jurusan Peternakan Lantai 2, Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu

Jalan W.R. Supratman, Kandang Limun, Bengkulu, 38371

Email : jspi@unib.ac.id, jsainpet@gmail.com